UU No. 11 tahun 2008 Bab VI Pasal 25 berbunyi:


"Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang disusun menjadi karya intelektual, situs internet, dan karya intelektual yang ada didalamnya dilindungi sebagai Hak Kekayaan Intelektual berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan."

Saturday, October 31, 2009

Antara pengawet makanan dengan bahan dasar senjata api.. :D

Potassium sorbate yang biasa disebut garam potasium.. fungsinya emang sbg pengawet makanan.. dan sebenarnya sih dia tidak mematikan si jamur itu.. cuma menghambat proses pertumbuhannya ajah.. mknya kita kenal expired date.. karena pada saat expire date itu tiba, si jamur akan kembali memainkan aksinya dan fungsi potassium sorbate ini pun terhenti disitu..

pada beberapa makanan kemasan, produsen sering kali mengganti kalimat potassium sorbate ini dengan kode tertentu.. aku ndiri lupa yaa.. E2... brapaaaa gethoo.. kalo kode pewarna makanan kan biasanya E1... brapaa githuu... hehehhe... maappp... ga inget semua jeehhhh......

nama lain potassium ini adalah Kalium.. termasuk unsur alkali (kalu ndak salah lho yach).. jadi kadang di ingredients sering juga tercantum sebagai kalium sorbate..

sementara potassium nitrate itu biasa disebut gun powder karena biasa jadi campuran bubuk mesiu.. 





disadur dari pelbagai sumber

.

E-code untuk pewarna makanan

 E Codes

E100 Curcumin, turmeric [Colouring] halal

E101 Riboflavin (Vitamin B2), formerly called lactoflavin (Vitamin G) [Colouring] [likely to be GM] mushbooh

E101a Riboflavin-5′-Phosphate [Colouring] [likely to be GM] mushbooh

E102 Tartrazine [Colouring] [possible allergic reaction] halal

E103 Chrysoine Resorcinol [Colouring] ?

E104 Quinoline Yellow [Colouring] [possible allergic reaction] halal

E105 Fast Yellow AB [Colouring] ?

E106 Riboflavin-5-Sodium Phosphate [Colouring] mushbooh

E107 Yellow 2G [Colouring] ?

E110 Sunset Yellow FCF, Orange Yellow S [Colouring] halal

E111 Orange GGN [Colouring] ?

E120 Cochineal, Carminic acid, Carmines [Colouring] [animal origin] haram

E121 Orcein, Orchil [Colouring] ?

E122 Carmoisine, Azorubine [Colouring] halal
E123 Amaranth [Colouring] halal

E124 Ponceau 4R, Cochineal Red A, Brilliant Scarlet 4R [Colouring] halal

E125 Scarlet GN [Colouring] ?

E126 Ponceau 6R [Colouring] ?

E127 Erythrosine [Colouring] halal

E128 Red 2G [Colouring] halal

E129 Allura Red AC [Colouring] halal

E130 Indanthrene blue RS [Colouring] ?

E131 Patent Blue V [Colouring] halal

E132 Indigo carmine, Indigotine [Colouring] halal

E133 Brilliant Blue FCF [Colouring] halal






taken from http://saifullahlullaid.blogspot.com/2009/01/e-code-dala-pewarna-makanan-dan-status.html


Monday, October 19, 2009

8 Tips Sukses Membuat Tumpeng




1. Tentukan tumpeng yang akan dibuat, putih atau kuning. Lalu, buat daftar lauk pauk dan sayuran yang akan jadi pelengkapnya.


2. Pilih beras berwarna putih, bersih, dan berkualitas baik. Agar hasil lebih pulen, jangan lupa campurkan setiap 1 liter beras yang digunakan dengan 200 gr beras ketan. Rendam campuran beras dan ketan selama 1 jam, lalu kukus hingga ½ matang agar hasilnya lebih pulen.


3. Selanjutnya, masak campuran beras dan ketan yang telah direndam tadi bersama santan dan bumbu hingga santan berkurang. Untuk membuat tumpeng kuning, tambahkan kunyit, serai, dan daun salam.


4. Agar butiran nasi tampak mengilap, tambahkan peresan air jeruk nipis, aduk rata. Biarkan beras aron dalam panci tertutup selama 15 menit, agar nasi benar-benar padat dan bagus saat akan dicetak.


5. Saat akan mencetak tumpeng, sebaiknya ujung cetakan diberi selembar daun pisang, agar saat dibalik tumpeng tak lengket dan mudah dilepas. Caranya, masukkan nasi selagi panas ke dalam cetakan tumpeng sambil ditekan-tekan agar padat dan tak mudah retak.


6. Untuk tumpeng kuning pelengkapnya terdiri dari kering tempe, telur dadar, ayam goreng, perkedel, abon, dan sambal goreng. Dan untuk tumpeng putih biasanya dilengkapi urap sayur, gereh petek, tahu tempe bacem, ayam bumbu rujak, dan rempeyek kacang,


7. Wadah untuk tumpeng bisa dari tampah atau papan triplek, dan styrofoam. Caranya, alasi tampah atau triplek dengan styrofoam. Alasi bagian atas tampah dengan daun pisang, lalu buat lipatan daun pisang di sekeliling tampah. Tancapkan lipatan daun dengan jalidi atau stapler. Lalu, bungkus dengan lap basah agar daun tak mudah kering dan tetap segar.


8. Balikkan tumpeng dari cetakan, letakkan di atas tampah berhias daun pisang. Mulailah menyusun semua pelengkapnya dan hiasi dengan berbagai garnis yang sesuai. Nah, selamat membuat tumpeng komplit nan lezat!


Nuraini W. / Tabloid Nova




Foto: milik Jasmine Catering


Thursday, October 15, 2009

R A M E N



Ramen (拉麺;ラーメン ?) adalah masakan mi kuah Jepang yang berasal dari Cina. Orang Jepang juga menyebut ramen sebagai chuka soba (中華そば soba dari Cina?) atau shina soba (支那そば ?) karena soba atau o-soba dalam bahasa Jepang sering juga berarti mi.

Ciri khas

Rebusan mi hasil buatan tangan atau buatan mesin diceburkan ke dalam sebuah mangkuk berisi kuah yang dibuat dari berbagai jenis kaldu (umumnya dengan dasar kaldu babi). Pada umumnya chasiu, menma, dan irisan daun bawang ditambahkan di atas mi sebagai lauk atau penyedap.
Mi yang biasanya berwarna kuning dibuat dari terigu dengan kadar gluten tinggi ditambah air dan bahan kimia tambahan seperti potasium karbonat, natrium karbonat dan kadang-kadang asam fosfat. Bahan-bahan kimia yang bersifat alkali mengubah sifat alami gluten dalam tepung terigu dan membuat mi menjadi kenyal sekaligus mengaktifkan senyawa flavonoid yang terkandung dalam tepung terigu sehingga mi berwarna kuning. Perbandingan air dan tepung terigu adalah kira-kira 1 : 35%, semakin banyak air maka semakin lunak pula mi yang dihasilkan.
Pada zaman dulu pembuatan mi di Cina menggunakan air asin dari danau Kan di pedalaman Mongolia yang mengandung garam mineral alami. Di Jepang, bahan kimia tambahan untuk membuat mi sampai sekarang ini masih disebut kansui (鹹水, secara harafiah: air dari Danau Kan). Seusai Perang Dunia II, bahan kimia tambahan untuk mi yang berbahaya untuk kesehatan banyak beredar di pasaran, tapi sekarang bahan kimia tambahan sudah diatur dalam standar JAS. Bahan kimia tambahan untuk mi juga mempunyai bau tidak enak yang sering tidak disukai orang, sehingga di Jepang juga dibuat mi yang menggunakan telur sebagai pengganti bahan kimia.
Di atas ramen umumnya ditambahkan penyedap berupa beraneka ragam lauk seperti: chasiu, menma, telur rebus, sayuran hijau (seperti bayam), irisan daun bawang, nori, atau narutomaki sebagai hiasan. Telur rebus untuk ramen biasanya berwarna coklat karena direbus di dalam kuah bekas rebusan chasiu. Sayuran sekaligus penyedap yang paling umum untuk ramen adalah irisan daun bawang. Sebelum ditambahkan ke dalam ramen, sebagian penjual ramen lebih dulu menggoreng irisan daun bawang di dalam minyak goreng.

Kuah

Ramen adalah makanan rakyat banyak di Jepang. Kuah ramen mempunyai banyak sekali variasi rasa yang ditentukan oleh jenis kaldu yang digunakan, bumbu dan lauk yang ditambahkan di atas mi. Bahan-bahan produksi lokal dari berbagai daerah sering digunakan untuk menghasilkan rasa lokal yang khas dan disukai penduduk setempat.
Kaldu untuk kuah bisa diambil dari campuran berbagai bahan seperti tulang babi, tulang sapi, tulang ayam, katsuobushi, sababushi, niboshi, konbu, kacang kedelai gongseng, shiitake, bawang bombay atau daun bawang.
Ramen bisa digolongkan berdasarkan jenis-jenis kuah misalnya kuah rasa kecap asin, kuah rasa tonkotsu (tulang babi), rasa shio (garam), dan rasa miso

Kuah rasa kecap Jepang

Ramen dengan kuah rasa kecap asin (shoyu) adalah jenis ramen yang paling umum di Jepang, terutama di Pulau Honshu. Kuah berasal dari rebusan tulang ayam dan sayur-sayuran. Kuah berwarna sedikit cokelat karena saus dengan bahan utama kecap asin yang dituang di dasar mangkuk. Sebagai penyedap biasanya ditambahkan merica dan rayu (minyak wijen pedas).

Kuah rasa tonkotsu (tulang babi)

Kuah berwarna putih agak kental, gurih, berminyak-minyak karena kaldu dari tulang babi. Ramen rasa tonkotsu berasal dari Kyushu. Rasa kuah tidak begitu asin, dan kadang-kadang ada juga kuah yang berwarna putih kecoklatan. Di Tokyo dikenal tonkotsu shoyu ramen yang kuahnya merupakan perpaduan saus kecap asin ditambah kuah tulang babi yang sangat kental.

Kuah rasa shio (garam)

Kuah berbumbu garam berwarna hampir bening, contohnya adalah ramen hakodate. Asal-usulnya adalah masakan mi Cina yang diperkenalkan sebagai ramen hokkaido pada tahun 1933.

Kuah rasa miso

Kuah berbau harum yang berasal dari kaldu tulang ayam dengan tambahan miso. Ramen rasa miso konon diciptakan oleh penggemar makan yang ingin menikmati ramen bersama sup miso.

Ramen dari berbagai daerah

Hokkaido

Rasa kuah tidak begitu tajam, mi kecil dan halus-halus.
Kuah rasa kecap asin yang mengandung kaldu bawang bombay.
Mi berbentuk keriting.
Salah satu dari 3 jenis ramen yang populer di Jepang. Kuah adalah rasa miso.
Kuah rasa shio khas Hakodate. Sejumlah penjual ramen di kota Hakodate memakai bubuk keju sebagai penyedap.

Daerah Tohoku

Kuah rasa kecap asin dari kaldu ikan (niboshi) dan tulang ayam.
Kuah memakai miso khas kota Sendai.
Kuah rasa kecap asin dengan mi buatan tangan.
Kuah rasa kecap asin.
Kuah dengan rasa kecap asin yang lebih kuat dibandingkan kitakata ramen atau yonezawa ramen. Sebagian besar penjual mi menggunakan mi buatan tangan.
Salah satu dari 3 jenis ramen yang disukai orang Jepang. Kuah dibuat dengan air dari bawah tanah.

Daerah Kanto

Bahan dasar kuah tokyo ramen adalah kaldu katsuobushi ditambah saus kecap asin yang menjadi resep rahasia masing-masing penjual ramen. Di atas mi ditambahkan chasiu, bayam, telur rebus, menma, dan irisan daun bawang. Masakan mi yang sejenis seperti ogikubo ramen dan ebisu ramen masih tergolong ke dalam tokyo ramen.
Mi rebus berkuah ala Cina ditambah tumis sayuran dan tauge di atasnya. Jenis mi seperti ini mulai dikenal seusai Perang Dunia II. Kuah bisa berupa rasa shio atau rasa shoyu. Lauk berupa chasiu, daun bawang, sayur bayam, dan beberapa lembar nori.
Ciri khas mi ini adalah kuah yang berminyak-minyak.
  • Tonkotsu shoyu ramen (Tokyo)
Kuah kental rasa tonkotsu (tulang babi) dan rasa kecap asin yang banyak dijual penjual mi di Tokyo.
Ramen dengan kuah kecap asin yang agak kental.
Kuah rasa kecap asin dengan irisan bawang bombay.
Kuah rasa kecap asin dari kaldu tulang ayam dengan banyak tambahan bumbu.
Mie buatan tangan dengan kuah berbumbu tajam rasa kecap asin dari kaldu tulang ayam.
  • Stamina ramen (Mito dan beberapa tempat lain)
Mie kuah rasa kecap asin dengan tambahan tumis sayuran.
Kuah rasa kecap asin dengan doubanjiang.

Daerah Shinetsu (Niigata) dan sekitarnya

Ramen yang diberi irisan bawang bombay di atasnya
Kuah rasa kecap asin yang tidak tajam dengan tambahan minyak ayam supaya kuah tidak cepat menjadi dingin.
Kuah kental dengan penyedap berupa jahe segar.
Kuah kental rasa kecap asin yang hampir berwarna hitam sehingga sering disebut crack dari Toyama. Kuah rasa asin dan sebagai penyedap diberi lada hitam.

Daerah Tokai

Sering disebut hida ramen dengan kuah katsuobushi rasa kecap asin. Penduduk setempat menyebutnya sebagai chuka soba.
Mi dengan kuah rasa kecap asin dari kaldu ayam. Masakan mi ini pertama kali diperkenalkan oleh sebuah restoran Taiwan. Di atas mi ditambahkan tumis sayuran dengan daging, cabai, dan bawang putih.
Kuah dengan bawang putih yang banyak. Ramen jenis ini diperkirakan tercipta di masa Perang Vietnam, namun betokon juga diperkirakan sebagai singkatan dari vietkong.

Daerah Kinki

Ramen kyoto memiliki tiga jenis kuah: rasa kecap asin yang kental, kuah berminyak-minyak, dan kuah sangat kental yang berminyak. Di atas mi diberi penyedap berupa tauge, chasiu, dan menma.
Jika orang memesan chasiu ramen di ramen di Kobe, maka penjual akan memberikan ramen dengan berlembar-lembar chasiu di atasnya. Di atas meja sering dihidangkan kimchi sayur kucai dan asinan lobak.
Kuah rasa kecap asin dengan bumbu doubanjiang dan bawang putih. Di atas mi ditambahkan tumis sawi putih dan kucai.
Kuah kental rasa tonkotsu dengan saus kecap asin. Di atas mi ditambahkan kamaboko. Penjual mi banyak menggunakan kecap asin karena kota Wakayama adalah pusat industri kecap asin.
Kuah rasa kecap asin.

Daerah Chugoku dan Shikoku

  • Sanuki ramen (asal kota Mitoyo)
Daerah ini terkenal dengan produksi udon buatan tangan, sehingga penjual ramen juga menggunakan mi buatan sendiri. Kuah dengan rasa tidak tajam merupakan perpaduan antara rasa kuah udon dan kuah ramen.
Di kota Okayama terdapat banyak sekali penjual ramen yang menjual ramen yang dibuat dengan resep khas, namun umumnya menggunakan kuah kecap asin.
Kuah fukuyama ramen hampir sama dengan onomichi ramen tapi dengan rasa tidak terlalu tajam.
Kuah hampir bening rasa kecap asin dari kaldu makanan laut atau tulang ayam.
Kuah kecap asin dengan tambahan tauge diatasnya.
Kuah kecap asin yang sedikit asin-pedas mirip sukiyaki ala Kansai. Penduduk setempat sering makan nasi dengan lauk ramen.
Kuah rasa kecap asin yang dihidangkan dalam panci enamel. Di atas mi ditambahkan daging ayam, daun bawang, chikuwa dan telur mentah. Mi ini dimakan bersama asinan lobak. Ramen sering dimakan penduduk setempat bersama-sama dengan nasi.

Daerah Kyushu

Hakata ramen adalah ramen dengan kuah rasa tonkotsu. Di kota ini dikenal sistem tambah mi di dalam kuah dan mangkuk yang sama. Hal ini disebabkan mi untuk hakata ramen mudah menjadi melar di dalam kuah.
Pada dasarnya hampir sama dengan hakata ramen, namun dengan rasa kuah yang sedikit kurang tajam.
Kuah rasa tonkotsu dengan penyedap berupa parutan bawang putih, wijen, dan jahe segar.
Kuah rasa tonkotsu dengan campuran kaldu tulang ayam. Kumamoto ramen sejenis dengan kurume ramen.
Ramen Kuah rasa tonkotsu dengan bumbu garam dan kecap asin. Mi ini dimakan bersama asinan lobak. Penyedap berupa campuran kecap asin dan bawang putih.
Kuah mempunyai rasa khas dari campuran kaldu tulang babi, kaldu tulang ayam, dan sayuran. Mi terlihat agak putih. Sebagai penyedap ditambahkan irisan daun bawang dalam jumlah banyak.

 

Sunday, September 27, 2009

Asam sunti

Asam Sunti adalah sejenis bumbu dapur khas Aceh yang terbuat dari belimbing wuluh yang dikeringkan, diberi garam lalu dijemur diterik matahari berkali-kali sehingga kering dan dapat disimpan lama. Biasanya bumbu dapur ini digunakan untuk memasak makanan khas Aceh seperti Ungkut Kayee.




Gambar: http://muhiraworld.blogspot.com/

Tulisan: http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_sunti

Tuesday, August 11, 2009

Menghilangkan amis ikan/ayam

Seringkali, ikan dan ayam yang akan kita olah berbau amis/anyir. Apalagi ikan laut. Jangan ditanya bau amisnya.

Kenapa sih ikan/ayam itu bisa berbau amis/anyir..??
  1. Terkena udara. Ikan atau ayam jadi berbau kurang sedap karena terkena udara.. Coba kalo masih di air, dia ga akan bau amis.. hehehe... ini serius lho...
  2. Ikan/ayam yang anda beli sudah tidak segar lagi. Masih terkait dengan poin 1, ikan/ayam akan semakin santer bau amis/anyir-nya saat dia sudah tidak segar lagi. Biasa, karena ga laku2 tuh dipenjualnya..

Tanda2 ikan/ayam yang sudah tidak/kurang segar:
  1. jika bagian daging ditekan, dia tidak kembali ke wujud aslinya dengan segera. jadi, mirip kayak orang sakit beri2...
  2. warna insang sudah tidak merah segar. biasanya jadi cenderung kecoklatan lalu kehitaman..
  3. warna mata tidak bening lagi..
  4. bau amis/anyir yang kelewat menyengat..
  5. berlendir dan bau ketika dipotong..
  6. untuk ayam biasanya suka kaku sekaku2nya.. kemungkinan besar ayam ini sudah digelonggong... dan warna dagingnya tidak pink melainkan kekuningan...

Cara menghilangkan bau amis/anyir pada ikan dan ayam:
  1. dengan menggunakan air jeruk lemon atau jeruk nipis.. jumlahnya bervariasi tergantung banyak dan kondisi ikan/ayam.. biasanya, untuk 1 kilo ikan air tawar perlu 2 sdm air jeruk.. dan untuk 1 kg ikan air asin/laut perlu 3 - 4 sdm air jeruk... jadi, jangan diitung jumlah jeruk yang digunakan.. karena terkadang hasil perasannya tidak sama... adapun lama perendaman sekitar 5 - 10 menit sajah...
  2. dengan menggunakan tepung terigu... cara ini rada boros duit.. mknya jadi kurang terkenal.. hehehhee... caranya: potongan ikan/ayam dibalur dengan tepung terigu.. kemudian dicuci.. ulangi sekitar 3 kali...

itu dulu yang bisa saya share.. semoga berguna... ^_^

Thursday, July 30, 2009

Pasta


Pasta adalah penganan yang terbuat dari tepung semolina (tepung yang didapat dari hasil gilingan biji gandum), telur dan air. Warnanya kuning cerah. Teksturnya agak kenyal yang biasa disebut al dente dalam bahasa Italia. Bentuknya beragam. Ada yang seperti mie disebut spaghetti. Ada yang bentuknya pipih panjang disebut fettucini. Ada yang seperti bihun, disebut vermicelli atau angel hair. Ada yang berbentuk kupu-kupu disebut farfale. Ada yang berbentuk spiral, disebut fusilli. Ada juga yang seperti tabung dan panjangnya sekitar 3 – 4 cm, disebut penne. Ada yang berbentuk tabung melengkung seperti huruf C, disebut macaroni. Dan yang pipih lebar seperti papan biasa disebut lasagna.

Kandungan gizi di pasta sebetulnya dapat menggantikan posisi nasi atau kentang yang biasa kita makan. Bahkan, berdasarkan pengalaman pribadi saya, pasta dianjurkan oleh beberapa ahli gizi saat menjalani diet rendah lemak. Karena pasta terbuat dari gandum dan dia cukup mengenyangkan.

Pasta pun bisa diolah menjadi bermacam2 penganan tergantung kreatifitas kita. Pemberian saus tomat atau saus krim adalah kebiasaan yang sering kita lihat dan memang sangat disukai oleh khalayak. Akan tetapi, ada banyak sekali olahan pasta yang bisa kita asup.

Pada umumnya, pasta yang dijual di pasaran dalam bentuk kering. Sehingga kita perlu merebusnya terlebih dahulu. Untuk manghasilkan pasta yang enak, ada teknik tersendiri saat mengolahnya. Pertama, rebus air hingga mendidih. Tambahkan garam dan minyak secukupnya. Garam untuk memberikan rasa pada pasta sementara minyak menjaga pasta agar tidak lengket. Setelah pasta dimasukan kedalam air mendidih, masak pasta sambil sesekali diaduk selama 5 – 8 menit. Jangan biarkan pasta terlalu matang atau mentah. Untuk mengetes pasta anda sudah matang atau belum, ambil 1 buah pasta, tekan Bagian tengahnya dengan jari. Jika pasta dengan mudah putus (cukup lunak), maka artinya pasta sudah matang dan siap digunakan.

So, be creative and enjoy your pasta creation…

Wednesday, May 27, 2009

GLUTEN


Gluten yang terdapat dalam roti dan makanan dari tepung terigu sering dianggap sebagai biang keladi timbulnya alergi. Apa sebenarnya gluten itu, haruskah dijauhi oleh semua orang?

Gluten adalah protein bersifat lengket dan elastis yang terkandung di dalam beberapa jenis serealia, terutama gandum, jewawut(barley), rye, dan sedikit terkandung dalam oats. Karena itu, gluten terkandung dalam roti, biskuit, pasta, sereal untuk sarapan (breakfast cereal), mie dan semua jenis makanan yang terbuat dari tepung terigu. Sedangkan beras dan jagung tidak mengandung gluten. Dalam proses pembuatan roti, gluten bermanfaat untuk mengikat dan membuat adonan menjadi elastis sehingga mudah dibentuk.

Popularitas buruk diraih gluten, karena konsumsinya menimbulkan efek buruk pada beberapa orang yang sensitif terhadap gluten. Efek buruk ini bisa berupa gangguan kulit(gatal-gatal dan eksim), gangguan pencernaan (kram perut, konstipasi, mual dan muntah), pusing, lemas, serta gangguan pernafasan. Penderita autisme juga disarankan untuk menjauhi konsumsi gluten.
Bagi penderita autisme, gluten dianggap sebagai racun karena tubuh penderita autis tidak menghasilkan enzim untuk mencerna jenis protein ini. Akibatnya, protein yang tidak tercerna ini akan diubah menjadi komponen kimia yang disebut opioid atau opiate yang bekerja sebagai toksin (racun) yang dapat mengganggu fungsi otak dan sistem imunitas serta menimbulkan gangguan perilaku. The Autistic Network For Dietary Intervention – Amerika, menyarankan agar penderitaan gangguan perilaku yang terkait dengan gangguan pencernaan seperti autisme, menjalani diet bebas gluten selama minimal 6 bulan.

Lalu, apakah konsumsi gluten perlu dihindari oleh semua orang? Jawabannya: tidak. Orang normal yang tidak menderita sensitivitas atau alergi gluten maupun penderita autisme tidak perlu menjauhi gluten. Bagaimanapun, gluten merupakan jenis protein yang juga dibutuhkan oleh tubuh. Serealia yang mengandung gluten juga kaya akan enzim, vitamin, mineral, dan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh.

So, mulai sekarang tak perlu takut mengkonsumsi produk gandum. Asalkan tidak menderita sensitivitas gluten, Anda bebas menyantap roti, biskuit, dan mie favorit anda.
Disadur dari Majalah Nirmala edisi Mei 2009