RSS

Apa Bedanya Perasa Buatan dan Perasa Alami

Hanya ada sedikit perbedaan di komposisi kimia perasa alami dan buatan. Keduanya dibuat di laboratorium oleh profesional yang terlatih, seorang "ahli rasa" yang mencampur bahan-bahan kimia yang tepat dengan proporsi akurat.

Seorang ahli rasa menggunakan bahan-bahan kimia alami untuk membuat perasa alami dan bahan-bahan kimia buatan/sintetis untuk membuat perasa buatan/sintetis. Pada dasarnya, si ahli rasa harus menggunakan bahan-bahan kimia yang sama untuk formula perasa buatannya dengan bahan-bahan kimia yang ia gunakan pada saat ia membuat perasa alami. Jika tidak, rasanya tidak akan menjadi seperti yang diinginkan.

Komposisi perasa buatan lebih sederhana dan bahkan mungkin lebih aman karena hanya bahan-bahan kimia yang sudah lulus uji yang boleh digunakan untuk membuat makanan. Perbedaan lainnya adalah harga.

Pencarian sumber perasa alami kerap mengharuskan produsen melewati proses yang sulit untuk memperoleh bahan kimia yang diinginkan. Misalnya: perasa alami kelapa. Pembuatannya sangat bergantung pada massoya lactone. Massoya lactone tersebut dapat diperoleh dari kulit kayu pohon massoya yang tumbuh di Malaysia. Untuk mendapatkannya, pohon massoya tadi harus ditebang, dikuliti batang pohonnya dan produsen harus melakukan proses ekstraksi untuk mendapatkan senyawa lactone-nya. Hal ini membuat proses pembuatan perasa alami tersebut memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Dan pada akhirnya, konsumen pun harus membayar mahal untuk perasa alami yang kualitasnya belum tentu lebih baik, belum tentu lebih aman dan tidak lebih murah daripada perasa buatan/sintetis.


Source: Tulip Bulletin edisi Maret-April 2007
Edited by: Ena Lubis
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

UU No. 11 tahun 2008 Bab VI Pasal 25 berbunyi:

"Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang disusun menjadi karya intelektual, situs internet, dan karya intelektual yang ada didalamnya dilindungi sebagai Hak Kekayaan Intelektual berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan."